Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar

  1. Pengertian

Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal.kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

 

  1. Tujuan
  2. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat
  3. Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesame manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera
  4. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap keritis, analitis, dan responsive untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat

Tetapi jika dikaji secara historis, studi sosial, dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam,

yaitu :

  1. Mendidik mahasiswa menjadi ahli dibidang ilmu
  2. Tujuannya menumbuhkan Warga Negara yang baik
  3. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua

 

  1. Pengaruh Budaya terhadap Lingkungan dan Contohnya

Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungannya:

  • Physcial Environment, menunjuk pada lingkungannya natural seperti : temperatur, curah hujan, iklim, wilayah geografis, flora, dan fauna. Contohnya adalah jika di wilayah Pulau Jawa, ada sebuah budaya yang dinamakan unggah-ungguh yaitu sikap seseorang kepada masyarakat lainnya di linkungan tersebut, seperti menghormati yang lebih tua dengan berbicara sopan menggunakan bahasa kromo, makan sambil duduk, dll.
  • Cultural Social Environment, meliputi aspek – aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma – norma, adat istiadat, dan nilai – nilai. Contoh nyata yang sering terjadi saat ini seperti pergaulan bebas sebelum menikah, berpacaran diluar batas, dan masih banyak lagi.
  • Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda – beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya. Misal di lingkungan tertentu memiliki kepercayaan bahwa setiap akan menikah atau memiliki acara, seseorang harus bersedekah bumi, menaruh sesajen di tempat yang dianggap keramat, dll.
  • Environmental Behavior and Procces, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungannya dalam hubungan social. Misal di lingkungan kerja, hubungan social yang terjadi diantara mereka biasanya antar sesama staff mereka menggunakan bahasa informal tetapi sopan, namun jika dengan atasan mereka menggunakan bahasa formal.
  • Out Carries Product, meliputi hasil tidakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usaha – usaha manusia dalam memodifikasi lingkungannya fisik seperti budaya pertanian dan iklim. Contoh dibidang pertanian, misal para petani terdahulu biasa menggunakan pupuk berbahan kimia sebagai penyubur tanaman, maka petani sekarang lebih menggunakan pupuk organik karena dinilai lebih aman.

 

  1. Hakikat Manusia
  • Manusia sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan

Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus – menerus ke dalam dunia melalaui aktivitas fisik dan mental, sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :

  • Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
  • Wadah untuk menyalurkan perasaan – perasaan dan kemampuan – kemampuan lain
  • Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupn manusia
  • Pembeda manusia dan binatang
  • Petunjuk – petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku di dalam pergaulan

 

  • Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk :
  • Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan
  • Melalui pengalaman hidup sebagai makhluk sosial
  • Melalui komunikasi simbolis (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis).

 

  • Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu :
    • Terwujud dan tersalurkan lewat prilaku manusia
    • Sudah ad sejak lahirny generasi dan tetap ada setelah pengganti mati
    • Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku
    • Berisi aturan yang berisi kewajiban, tindakan yang diterima atau tidak, larangan dan pantangan.

 

Referensi : Modul Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jurusan Ssitem Informasi STIKOM Binaniaga Bogor.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s