Manusia Tanggung Jawab, Harapan dan Kenyataan

Tulisan ini membahas tentang manusia tanggung jawab, harapan dan kenyataan. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata-kata tersebut bukan? Okay kalau begitu, mari kita bahas satu persatu..

    1. Manusia dan Tanggung Jawab

      Tanggung Jawab, tanggung jawab memiliki definisi sebagai sebuah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.Tanggung jawab dapat berupa tanggung jawab kepada diri sendiri, kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada orangtua, keluarga, masyarakat, dosen, guru, teman, dan lainnya. Tergantung dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masing-masing pribadi. Namun secara umum tanggung jawab terdiri dari :

      Tanggung jawab terhadap Tuhan
      Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang
      dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
      Tanggungjawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.

      Tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara
      Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

      Tanggung jawab terhadap Masyarakat
      Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
      kedudukannya sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.

      Tanggung jawab terhadap Keluarga
      Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggungjawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

    2. Manusia dan HarapanHarapan

      berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi dengan demikian harapan itu menyangkut masa depan.Persamaan Harapan Dan Cita-Cita
      Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud. Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

      Sebab Manusia Memiliki Harapan
      >> Kodrat

      Kodrat ialah sifat atau keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan Tuhan. Misalnya: menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.

      >> Kebutuhan Hidup
      Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang kita butuhkan dalam keseharian kita. Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah dan lain-lain.
      Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan batin manusia yang hanya dapat dipenuhi. Misalnya agama, ketenangan jiwa.

    3. Manusia dan Kenyataan 

      Kehidupan adalah suatu hal yang sangat kompleks. Kehidupan juga merupakan salah satu indikasi adanya sesuatu yang hidup,bergerak, beregenerasi, mengeluarkan kotoran, dan membutuhkan makanan dan minuman. Sisi yang paling jarang dipikirkan dari kehidupan adalah kenyataan tentang kehidupan. Apakah itu kehidupan? Apakah ini semua adalah kenyataan?

      Kenyataan adalah Ide

      Ada dua teori tentang kenyataan. Pertama, segala yang ada dalam kehidupan bukanlah kenyataan, kenyataan sesungguhnya ada pada ide dan sesuatu yang terlihat dalam kehidupan adalah bayangan dari ide. Teori tentang kenyataan ini dikeluarkan pertama kali oleh filsuf Yunani kuno yaitu Plato (427-347 SM). Menurut Plato, segala benda inderawi dalam kehidupan memiliki perubahan oleh karena itu maka tidak dapat disebut sebagai yang hakiki. Sesuatu yang hakiki hanya bisa ditangkap apabila sesuatu itu tidak mengalami perubahan. Dengan kata lain, sesuatu yang hakiki adalah sesuatu yang selalu tetap.

      Plato memiliki pendapat bahwa semua yang berubah bersifat subjektif, sedangkan yang tetap bersifat objektif. Manusia sebagai makhluk hidup hanya bisa mengubah hal yang bersifat subjektif. Subjektif di sini artinya bisa dicampuri oleh manusia. Lalu hal apa saja yang bisa dicampuri oleh manusia? Umpamanya ada korek api dan ada kayu kering maka manusia bisa saja mengubahnya menjadi bara api atau sampah. Bagaimana dengan hal yang objektif? Objektif ada dalam ide yaitu berbentuk konsep. Manusia tentu mengenal apa itu “yang baik” dan tidak akan bisa mengubah “yang baik” menjadi “yang jahat”. Kalau konsep “yang baik” bisa diubah menjadi “yang jahat” maka apa artinya “yang baik” atau “yang jahat”? Tidak ada perbedaan antara keduanya kan? Oleh sebab itu, bagaimanapun juga, manusia telah mengetahui konsep “baik” dan “jahat” secara mutlak dan tak terubahkan.

      Satu ide mengandung hanya satu ide, tidak bisa satu ide mengandung dua atau lebih ide. Logikanya, jika ide “manusia” dicampur dengan ide “binatang” maka akan ada namanya ide “manusia binatang”. Jika dibayangkan, bagaimana kira-kira konsep “manusia binatang”? Mana yang harus didahulukan konsep manusia atau binatang terlebih dahulu? Subjektif dan merepotkan bukan? Dengan kata lain, di sini Plato hendak mengatakan bahwa satu ya satu, dua ya dua, dan tidak akan pernah satu sama dengan dua. Ide selalu ada, ia tidak akan pernah hancur oleh karena itu satu-satunya yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan adalah ide.

      Kenyataan adalah Benda Konkrit

      Teori tentang kenyataan yang kedua ini berlawanan dengan teori yang mengatakan bahwa kenyataan adalah ide. Teori yang kedua ini memiliki isi bahwa kenyataan terdapat dalam benda konkrit yang bisa dilihat dalam kehidupan. Benda konkrit sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari seperti meja, kursi, pintu, kipas angin, jam tangan, kertas, air, tembok, batu, sepatu, dan lain-lain. Secara logis dapat diterima bahwa benda yang telah disebutkan tadi dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan. Dengan kata lain, benda konkrit termasuk sesuatu yang dapat diinderai.

      Teori yang kedua ini menekankan pada kenyataan adanya hakikat pada suatu benda. Jika pada teori pertama hakikat berada bukan di dalam suatu benda melainkan ide, maka yang teori yang kedua ini melekatkan hakikat pada mediumnya (benda). Hakikat ada pada benda itu sendiri merupakan teori yang telah dikemukakan oleh Aristoteles (384-322 SM). Teori ini merupakan tanggapan langsung terhadap teori Plato tentang kenyataan.

      Argumentasi yang dipakai Aristoteles adalah mengikatkan teorinya dengan konsep materi dan bentuk, sehingga jelaslah dari mana asal muasal suatu benda. Misalnya, ada pagar yang terbuat dari besi, di sini yang dapat disebut sebagai materi adalah besi dan bentuk adalah pagar. Menurut Aristoteles materi dan bentuk merupakan dua hal yang saling berkaitan, sehingga keduanya harus melengkapi satu sama lain. Tidak bisa materi tanpa bentuk atau bentuk tanpa materi. Nah, gabungan dari materi besi dan bentuk pagarlah yang menyebabkan adanya benda yang dapat dikenali sebagai pagar besi. Tidak hanya pagar, besi bisa dibentuk sesuai dengan yang diinginkan misalnya wajan, badan lokomotif, mesin, dan lain-lain. Dengan ini, sesungguhnya hakikat kenyataan bisa dimulai dan diketahui dari benda-benda yang ada di dunia ini.

 

Referensi :

Anonim. Ebook IBD 9 Manusia dan Tanggung Jawab. newarr.weebly.com. Diakses 23 Juli 2016.
Anonim. Ebook IBD 11 Manusia dan Harapan. newarr.weebly.com. Diakses 23 Juli 2016.
aprillins. Dua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan. aprillins.com. Diakses 23 Juli 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s