Masa Sekolah

Lafadz do’a bangun tidur pun menggema dan saling bersautan pada setiap langgar  di kampungku.  Itu terjadi setiap pukul 03.45 WIB dinihari sampai tiba waktu subuh.  Mereka selalu setia membangunkan orang-orang yang masih berselimut.  Walaupun banyak pula yang enggan membuka mata.

Aku pun terbangun dan seperti biasa aku bergegas dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan berkumur.  Lalu aku kembali ke kamar menunggu waktu subuh.  Dalam hati aku berkata “Alhamdulillah aku bisa menikmati suasana seperti ini lagi setelah hampir delapan bulan lamanya meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di luar kota”.

Tanpa sengaja mataku tertuju pada sebuah lemari yang berisikan buku-buku keluarga.  Aku berjalan keluar kamar dan mencari salah satu novel yang ada di lemari itu.  Alih-alih mendapatkan novel yang aku temukan malah sebuah album kenangan SMK milikku.  Aku mengambilnya dan aku buka lembar perlembar album kengan itu sampai akhirnya aku tiba di halaman yang berisikan teman-teman kelasku.  Ada satu nama yang membuat aku mengingat awal pertama aku masuk SMK itu.  Ia bernama Intan.  Ia adalah teman pertamaku di kelas.  Masih terekam jelas waktu itu, kali pertama aku bertemu dengannya.  Aku dan dia terlambat mengikuti acara sekolah sebelum MOS tetapi masih diperbolehkan masuk namun dia berada dibelakangku.  Aku berjalan memasuki gerbang dan dia berlari mengejarku.  Lantas bertanya.

“Maaf mba kamu kelas internet ya ?”.  Tanyanya.

Aku : “Iya”.

Intan : “Wah kita sama.  Kenalin nama aku Intan”.

Aku : “Aku Yuti”.

Setelah perkenalan itu kami pun berlari menuju tempat acara.  Dan dari situlah persahabatan kami dimulai.

Aku terdaftar sebagai siswa di prodi yang memang katanya turun menurun dikenal sebagai kelas yang ramai, cukup susah diatur tetapi selalu kompak.  Setiap tahun prodiku hanya berjumlah dua kelas dan setiap kelas hanya menerima tiga puluh enam siswa.  Aku pun berusaha dekat dengan semua teman di kelas.  Namun seringnya aku bermain dengan Intan, Osi,  Rytha, Puji, Fitri, Bety, Mytha, dan Gytha.  Kami pun menjadi sahabat yang saling mengisi dan saling berbagi.  Walaupun kami mempunyai latar belakang yang berbeda.  Tetapi karena perbedaan itulah kami saling memahami satu sama lain.  Tetapi kami tidak melulu selalu bersembilan, ada kalanya kami bermain dengan teman-teman yang lain di kelas dan di sekolah.

Tanpa terasa hampir dua tahun sudah kami bersama.  Akhirnya masalah pun datang menghampiri kita semua.  Salah satu teman kami (Gita) harus berhenti bersekolah karena alasan masalah keluarga yang begitu rumit.  Beruntung kami mempunyai wali kelas yang tergolong dalam orang yang sangat peduli dengan keadaan kami.  Kami merasa teramat sedih atas kejadian itu.  Tetapi harus bagaimana lagi? Secara materi, jelas kami belum mampu untuk membantunya.  Yang bisa kami lakukan hanya berdoa yang terbaik untuknya.  Untuk menghibur kami, wali kelasku sering berkata “Sebenarnya sayang sekali dia tidak mau dipertahankan.  Saya tahu kalian pasti inginnya masuk tiga enam keluar pun tiga enam.  Tetapi apa mau dikata teman kalian sudah memilih untuk lulus duluanHahaha”.  Teman-teman di kelas tertawa. Aku pun ikut tertawa, walaupun dalam hati aku bertanya-tanya “Apa pantas aku menertawai orang yang sedang kesusahan?”.  Namun aku tahu maksud dari wali kelasku itu hanya untuk menghibur kami sekelas. Belum sembuh duka yang kami alami.  Pada kenaikkan kelas XII kami kembali harus merelakan  teman kami (Mita) yang pindah ke sekolah agama dan mondok di pesantren untuk  menuruti keinginan orang tuanya.  Tetapi walaupun demikian komunikasi diantara kami masih tetap terjaga hingga saat ini.

Tak terasa ujian pun telah menanti.  Aku pun berencana  untuk fokus pada ujian dan mengurangi waktu mainku.  Tetapi  namanya saja remaja yang masih labil.  Walaupun sudah ada niat tetap saja nafsu yang menang (hehe jangan ditiru).  Waktu pun terasa berjalan begitu cepat.  Tanpa terasa hari ini adalah hari pembagian nilai try out terakhir yang diadakan sekolah.  Dan seperti yang diperkirakan, nilai matematikaku hanya bisa mencapai angka 5.  Dan itu cukup membuat aku pening.  Namun itu terjadi karena memang ada suatu alasan yang membuat aku tidak begitu paham dengan beberapa materi matematika yang di UN kan.  Bukan karena aku terlalu malas untuk belajar namun karena memang ada bebrapa materi yang tidak aku kuasai karena otakku memang tidak begitu menerima sistem pangajaran yang diterapkan oleh salah satu guru matematikaku.  Dan ternyata itu tidak terjadi hanya padaku.  Teman-temanku pun mengeluhkan hal yang sama.  Bahkan dilain kelas yang sama-sama diajar oleh beliau, pun mengeluhkan hal yang sama. Dan itulah yang membuat aku segan untuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guruku walaupun sudah mendekati ujian.

Tetapi aku tetap bersyukur try out ku mendapatkan nilai 5.  Karena aku tahu Tuhan pasti merencanakan sesuatu yang terbaik untukku nantinya.  Dan ternyata benar, karena hal itulah aku dan teman-teman yang masih mendapat nilai kurang amat diperhatikan oleh guru matematikaku yang lain.  Beliau menanyakan dan menjelaskan secara gamblang materi apa yang menjadi kelemahan kami. Dan itu membuat aku berusaha lebih banyak menghabiskan waktuku untuk belajar matematika.  Dan hasilnya Alhamdulillah aku bisa mengerjakan Ujian Nasional dengan baik.  Walaupun ada sedikit bantuan dari temanku yang merasa iba melihatku.  Sampai pada pengumuman kelulusan.  Betapa senangnya aku karena teman sekelasku lulus semua.   Diikuti pula dengan teman-teman seangkatanku di sekolah.  Dan yang paling membuat aku tidak percaya adalah matematikaku mendapatkan nilai 9.  Sungguh hasil yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dari kejadian itulah aku selalu mensyukuri berapapun yang aku dapatkan.  Karena aku yakin Tuhan itu selalu bersama orang-orang yang bersabar dan mensyukuri nikmat.

Ini adalah beberapa gambar yang aku abadikan selama kelas XI sampai kelas XII.

Gambar ini diambil sesaat setelah perayaan ulang tahun wali kelas kami Bapak Asmawi.

Beliau adalah wali kelasku pada saat kelas XI.  Diantara semua wali kelas, hanya beliau yang kami rayakan hari ulang tahunnya.  Karena beliau sudah seperti bapak kami semua dan ini nih yang paling penting kebetulan kas kami sedang berlebih. Hehe🙂

Sedangkan ini adalah foto saat kami kelas XII.

up

Foto bersama wali kelas XII Ibu Dwi setelah acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dari samping kiri ada Bety, Intan, Rosi, Fitri, Puji, Aku, dan Ryta.

Ini adalah foto kami bertujuh. Dari samping kiri ada Bety, Intan, Rosi, Fitri, Puji, Aku, dan Ryta.

Sedangkan  ini adalah  Gita dan Mita.

Ini adalah Gita dan Mita.

Ini adalah siswa perempuan yang ada di kelasku.  Dari kanan bawah yang memakai kacamata itu Mey, samping kirinya itu Ainun, Dina, Fitri, Kembar Kartikasari dan diatasnya yang berbaju merah muda itu Umi, Intan, aku, Bety.  Sedangkan untuk teman-teman yang berdiri dari kiri ada Puji, Rosi, Retno, Asih, Nida, Ryta, Nina, Laeli,Lasevi, Amalia, Ade, Lela, Eci, dan Kembar Kartikawati.

Ini adalah siswa perempuan di kelasku. Dari kanan bawah yang memakai kacamata itu Mey, samping kirinya itu Ainun, Dina, Fitri, Kembar Kartikasari dan diatasnya yang berbaju merah muda itu Umi, Intan, aku, Bety. Sedangkan untuk teman-teman yang berdiri dari kiri ada Puji, Rosi, Retno, Asih, Nida, Ryta, Nina, Laeli,Lasevi, Amalia, Ade, Lela, Eci, dan Kembar Kartikawati.

Ini siswa laki-laki.  Dari kiri bawah ada Candra, Irfan, Ryan.  Sedangkan dari samping kanan ada Haryo, Roni, Habibi, Bima, Aziz, Satrio, dan Hanung.

Ini siswa laki-laki. Dari kiri bawah ada Candra, Irfan, Ryan. Sedangkan dari samping kanan ada Haryo, Roni, Habibi, Bima, Aziz, Satrio, dan Hanung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inilah sedikit pengalaman yang bisa aku ceritakan untuk saat ini.  Sebenarnya masih banyak ceritaku dengan teman-teman yang lain.  Tetapi aku rasa ini saja dulu yang bisa aku ceritakan.  Semoga dapat menjadi pengalaman yang menarik untuk dibaca dan  diambil manfaatnya.  See you soon🙂  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s