Minggu, 23 Mei 2010

Hari ini terasa begitu menguras tenaga.  Betapa tidak hari ini adalah hari dimana aku dan rekan-rekan mengikuti kegiatan tahunan ekstrakulikuler pramuka yaitu Gladi Tangguh.  Di sekolahku ekstrakulikuler pramuka wajib diikuti oleh semua siswa kelas X pada setiap tahunnya.  Kegiatan ini merupakan kegiatan penutup yang wajib diikuti oleh semua siswa kelas X.  Pada kegiatan ini reguku bernama regu Cireng.  Kegiatan ini dimulai dengan apel pembukaan yang diadakan di Pemda kabuten setempat dan selesai di sekolah.  Sebenarnya jarak antara Pemda dan sekolah itu tidak terlalu jauh, hanya ditempuh sekitar 10-15 menit kalau menggunakan kendaraan bermotor.  Namun karena panitianya sangat kreatif jadi kami menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam perjalanan untuk sampai ketitik finis. Setelah apel pembukaan selesai aku dan kawan-kawan pun dilepas tepat pukul 07.53 WIB untuk melakukan kegiatan selanjutnya.  Yaitu kegiatan mencari jejak dengan perjalanan yang cukup melelahkan. Mungkin lebih dari 2 km aku dan kawan-kawan berjalan menuju titik finish.  Kami melewati perkampungan, sawah-sawah, sungai, jalan berbatu dan masih banyak lagi.

Sepanjang perjalanan kami menjajakan sebuah paket yang berisi sembako yang dibagikan oleh kakak panitia untuk melatih jiwa kewirausahaan kami.  Untung rugi kami peroleh disitu.  Pada setiap warung, orang-orang yang lalu lalang, bahkan nenek-nenek pun kami bujuk untuk membeli paket kami.  Namun hanya beberapa saja yang mau membeli.  Bukannya sedih kami malah tertawa setiap ada orang yang menolak kami atau menawarkan harga yang diambang batas.  Itu kami lakukan untuk menghibur diri ditengah teriknya matahari.  Karena kebetulan cuaca hari itu sangat tidak bersahabat bagi pejalan kaki seperti kami.  Pada setiap pos pertanyaan kami luangkan waktu untuk duduk, menyelonjorkan kaki yang terasa begitu pegal.  Sampai akhirnya paket sembako kami pun laku terjual.  Disitu kami merasa lega, bukan karena kami mendapatkan uang tetapi karena barang bawaan kami semakin berkurang. Walaupun ada beberapa barang yang mengalami kerugian tetapi kami menyikapinya dengan biasa saja. Ya namanya juga belajar, ya wajar lah.

Tanpa terasa persediaan makanan kami pun habis.  Kami memutuskan untuk membeli makanan ringan dan air mineral di warung pinggir jalan desa yang kami lalui.  Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan pada jarak berjarak beberapa meter dari warung.  Kami harus melewati sungai dengan dibantu oleh beberapa panitia laki-laki.  Disitu banyak siswa yang terpeleset bahkan sampai ada yang kejebur ke sungai tersebut.  Beruntung sungainya dangkal kalau tidak bisa gawat itu.

Kami pikir setelah melewati sungai, perjalanan kami menuju titik finish sudah semakin dekat.  Eh ternyata belum.  Ternyata itu baru ¾ perjalanan.  Karena kami tidak tahu daerah itu, kami pun menanyakan jalan pada sekumpulan anak kecil yang sedang bermain.  Karena kebetulan yang ada pada saat itu hanya anak kecil.  Eh malah mereka menjawabannya kesana kemari.  Diantara kami ada yang mengusulkan untuk menunggu regu lain yang ada dibelakang kami.  Tetapi ada teman kami yang berpendapat kalau kita menunggu, kapan kita bisa sampai. Sedangkan regu yang dibelakang kami saja jaraknya agak jauh. Sedangkan kita sudah teramat lelah.  Ya sudah kami ikuti saja kemana kaki ini melangkah.  Dan ternyata kami salah.  Beruntung diantara kami melihat ke belakang yang kebetulan ada regu lain yang melintas.  Ya sudah kami ikuti saja mereka. Dan ternyata mereka benar dan menemukan jalannya.  Memang ada beberapa urusan yang kita tidak diperbolehkan untuk mementingkan ego diri sendiri.  Ada kalanya kita harus mendengarkan kata orang lain.

Kami pun melanjutkan perjalanan dan sampai pada pos pertanyaan terakhir dimana letaknya ada di lapangan belakang GOR bulutangkis yang dekat dengan sekolah.  Disitu kami merasa lega karena kami hampir menyelesaikan perjalanan.  Entah itu namanya pos apa, yang jelas aku sebagai ketua diperlihatkan secarik kertas yang berisi kata-kata dan harus dihafalkan dalam waktu yang cukup singkat dan disampaikan kepada rekan-rekan anggota regu.  Walaupun hafalannya awagan, yang penting selesai.  Karena kami sudah tidak sabar ingin menuju titik finish yaitu di sekolah.  Akhirnya kami pun sampai di gerbang sekolah dengan selamat walaupun dengan rasa lelah yang amat luar biasa.  Kami pun menuju lapangan belakang dimana disitu adalah pusat kegiatan selanjutnya.  Sampai disana perwakilan dari kami diberi makanan oleh panitia.  Dan kami pun memutuskan untuk memakannya di kelas saja.  Di kelas kami langsung istirahat melemaskan otot kaki sambil memakan makanan yang tadi diberikan oleh panitia.

Tak terasa waktu istirahat pun telah habis.  Kami pun disuruh untuk berkumpul di lapangan belakang karena akan segera dilaksanakan kegiatan selanjutnya.  Yaitu out bond.  Setelah kegiatan itu selesai.  Kami pun dibariskan karena akan diadakan apel penutup yang dipimpin oleh Pembina pramuka di sekolah kami.  Apel pun selesai, waktunya skarang mengumumkan regu pemenang dan membagikan sedikit hadiah dan piala.  Setelah acara itu selesai.  Kami pun diperbolehkan untuk pulang.  Karena memang sudah waktunya pulang.  Dan cuaca pun sudah begitu mendung dan awan pun sudah terlihat begitu gelap, sepertinya akan ada hujan lebat.  Dan ternyata benar, belum sampai ke kelas untuk mengambil tas.  Gerimis pun langsung jatuh dengan lumayan deras.

Sekitar pukul 16.40 WIB aku dan teman-teman lainnya pun bergegas pulang dengan menggunakan kendaraan umum (bus kecil).  Beruntung sekolah kami berada di tempat yang strategis.  Jadi tak perlu lama kami bergerimis ria, kami pun sampai di halte dekat sekolah dengan sedikit basah.  Sesampainya di halte, barulah hujan mengguyur dengan begitu derasnya.  Petir pun saling bersautan yang membuat orang jantungan kala melihat trelepnya.  Dan akhirnya bus yang aku tunggu datang.  Aku dan teman-teman yang sama-sama menunggu, pun masuk ke bus tersebut.

Di dalam perjalanan temanku ada yang tidur.  Mungkin dia lelah.  Aku pun membangunkanya ketika kita sudah sampai.  Karena kebetulan kami satu desa.  Turun dari bus aku langsung disambut oleh bapak yang sudah menunggu sedaritadi.  Dan temanku pun sama.  Karena jika tidak, kami harus berjalan selama 45-60 menit untuk sampai ke rumah.  Karena kami sudah amat lelah, kami hubungi saja orang rumah untuk menjemput kami.  Sebenarnya ada kendaraan umum yang melintasi desa kami, tetapi ia hanya beroperasi sampai pukul 16.00 WIB saja. Karena sudah begitu sore dan sebentar lagi adzan maghrib jadi kami memutuskan untuk langsung pulang saja. Dari lokasi penjemputan ke rumah kami membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan. Sesampainya dirumah aku langsung disuguhkan minuman hangat dan air hangat untuk mandi.  Namun aku memilih unttuk mandi saja karena sekujur badanku merasa sangat tidak enak.  Setelah itu barulah aku makan malam.  Selang beberapa jam, aku pun langsung memilih untuk masuk ke kamar dan tertidur pulas sampai cerita ini aku tulis pukul 01.27 WIB.

Itulah ceritaku hari ini.🙂

Sampai jumpa…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s