Opiniku

Kenaikkan Harga BBM Bersubsidi

Kenaikkan harga BBM bersubsidi telah diberlakukan pemerintah terhitung dari hari sabtu (22/6) yang lalu.  Dampaknya pun telah kita rasakan bersama.  Dari mulai tarif angkutan umum yang naik, biaya sewa rumah yang naik, kebutuhan bahan makanan dan masih banyak lagi. Bagi sebagian orang yang pro dengan keputusan ini mungkin biasa saja.  Tetapi bagi orang kontra tentu akan menimbulkan hal yang berbeda.  Sebelum kita membahas topik ini lebih lanjut sebaiknya kita ulas terlebih dahulu tentang berbagai alasan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.  Saya membaca sebuah artikel/berita berjudul “Mempertanyakan Alasan Pengurangan Subsidi BBM” yang terbit di salah satu media online kompasiana.com (22/6) lalu.  Di situ disebutkan ada empat alasan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.  Diantanya :

  1. Kenaikan Harga minyak dunia yang akan menyebabkan membengkaknya subsidi BBM dan akan menjebol APBN, untuk itu menaikkan harga BBM bersubsidi perlu dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara.
  2. Harga BBM Indonesia tersebut merupakan yang termurah di kawasan ASEAN, sehingga sering terjadi penyelundupan BBM kita ke luar negeri.
  3. Harga BBM terlalu rendah menyebabkan pengembangan energi alternatif lain akan selalu gagal karena harga minyak selalu lebih rendah akibat subsidi.
  4. Subsidi BBM salah sasaran karena 70% masih dinikmati orang mampu, untuk itu subsidi BBM harus di kurangi.

Pertanyaan saya adalah apakah Anda sependapat dengan alasan diatas???  Jujur saya tidak.  Karena apa? Semua alasan itu saya anggap kurang logis.  Menurut saya alasan kedua timbul akibat badan hukum Negara ini yang masih lemah bahkan cenderung UUD (ujung-ujungnya duit). “Lucu” memang namun itu fakta yang ada.  Hingga hampir setiap bulan KPK (Komisi Pemberantsan Korupsi) selalu sibuk mengurusi urusannya menangkap para koruptor.  Sebagai warga Negara Indonesia sudah sepatutnya kita berikan apresiasi kepada KPK yang tak gentar menjalani tugasnya dan mendoakan agar tugasnya berjalan lancar dan tepat sasaran.  Untuk alasan pertama sampai dengan keempat kurang lebihnya saya sependapat dengan tim redaksi kompasiana.com yang berjudul yang telah saya sebutkan diatas.

Solusi dari permasalahan ini adalah Jujur dan Adil.  Kenapa? Mungkin untuk mendapatkan uang itu mudah namun mendapatkan kepercayaan rakyat itu amatlah sulit.  Karena rakyat sudah terlanjur sakit hati dengan penghianatan para koruptor dan oknum pejabat lain yang bersikap tidak jur-dil dan nyenya-nyenye.  Seperti alasan nomor empat, itu terjadi akibat kesalahan oknum yang tidak adil memberikan jatah subsidi BBM dan tidak tahu diri.  Kenapa saya bilang tidak tahu diri?  Karena masih banyak orang mampu berkendaraan mewah yang masih mengisi Bahan Bakar kendaraannya dengan BBM bersubsidi.  Sedangkan sebaliknya, banyak orang yang menggunakan kendaraan berharga belasan juta yang mengisi bahan bakar kendaraannya dengan BBM non-subsidi.  Jadi menurut saya, kalau belum bisa bersikap wah tak usahlah mengendarai kendaraan mewah.  Karena itu akan mempermalukan diri sendiri dan juga kendaraannya.  (hehe :-) ).  Contoh lain di lapangan, sering saya temukan ketidak adilan dalam pembagian jatah raskin atau bantuan lainnya.  Misal si oknum yang menjabat sebagai pembagi jatah hanya memberikan jatah tersebut kepada yang mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau KK (Kartu Keluarga) saja atau kepada yang ia kenal saja atau kepada saudaranya saja atau kepada orang yang ia sukai saja.  Padahal si penerima jatah tersebut tergolong orang yang mampu.  Bagaimana tidak? Karena untuk membuat KTP/KK di kota besar seperti DKI Jakarta, rakyat harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu.  Dengan alasan karena bikin KTP/KKnya nembak.  Hingga saat ini saya masih bertanya-tanya yang dimaksud nembak itu apa.  Karena jika berfikir secara logika KTP/KK yang ditembak itu kan tidak akan berlaku.  Kan nanti jadinya bolongHehe🙂

Itulah pendapat yang dapat saya uraikan mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi.  Jika ada perkataan yang dalam hal ini saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan yang kurang berkenan, saya mohon dimaafkan sebesar-besarnya.  Karena saya juga masih sangat belia dalam dunia penulisan ini.  Sekian dari saya dan terima kasih..🙂  Sampai jumpa di cerita saya selanjutnya..🙂

Jika Anda penasaran ingin melihat artikel yang telah saya sebutkan diatas.  Silakan kunjungi http://politik.kompasiana.com/2013/06/22/mempertanyakan-alasan-pengurangan-subsidi-bbm-571121.html.  Semoga bermanfaat.🙂

2 thoughts on “Opiniku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s